wiseguy
by wiseguy

Bak penyamun di sarang perawan, apa jadinya jika satu tentara yang rindu sentuhan perempuan, terdampar di asrama terpencil yang penghuninya sekumpulan perempuan yang diam-diam menyimpan hasrat liar? The Beguiled ungkap hasrat terpendam Nicole Kidman, Kirsten Dunst, Elle Fanning pada Colin Farrell!

The Beguiled

The Beguiled kembali roketkan nama Sofia Coppola sebagai sineas berkelas. Jika pada Festival Cannes, Mei lalu, ia dinobatkan jadi perempuan sutradara kedua peraih Sutradara Terbaik sepanjang sejarah Cannes, ia lagi-lagi tunjukkan digdayanya. Saat puncak seremoni Gotham Independent Film Awards, pada 27 November lalu di New York City, ia pun dianugerahi special directing award.

Dengan kembalinya musim penghargaan, The Beguiled diramalkan tetap panas dibicarakan hingga Maret 2018 di ajang Oscar. Merupakan daur ulang film berjudul sama besutan Don Siegel yang dirilis pada 1971 dan dibintangi Clint Eastwood, Gerladine Page dan Elizabeth Hartman, The Beguiled versi Coppola diterpa sedikit isu miring rasisme. Pasalnya, versi Siegel tampilkan satu pemeran perempuan berkulit hitam sebagai asisten rumah tangga, tapi tak ada peran itu di versi Sofia Coppola.

“Sejarah adalah sesuatu yang termuat, tapi kupikir aku dapat berbicara tentang kelompok satu ini, dan secara historis benar. Latarnya era Perang Sipil. Haruskah kita ubah?” kata Sofia Coppola“Kau harus jujur dengan dengan apa yang kau rasa benar. Kau tak bisa mendikte seniman. Konsultan casting-ku selalu mencari diversifikasi. Meski kau tak ingin pemeran berkulit putih semua ... dalam kasus ini, ini sejarah. Ini adalah situasi tertentu,” paparnya lagi.

Merupakan adaptasi novel karya Thomas Cullinan, The Beguiled mengisahkan Kopral John McBurney, yang terluka, memisahkan diri dari kesatuannya dan ditolong tujuh perempuan yang tinggal di sebuah sekolah seminari untuk perempuan muda, yang lokasinya sengaja diasingkan selama Perang Saudara.

Kisah seputar sekolah yang lebih mirip asrama puteri berlokasi di Farnsworth itu, dibintangi Colin Farrell dan tiga perempuan dewasa -- Nicole Kidman, Kirsten Dunst, Elle Fanning – serta empat pemeran cewek ABG Oona Laurence, Angourie Rice, Addison Riecke, dan Emma Howard. Semua pemeran The Beguiled diakui Coppola merupakan pilihan yang tak bisa ditawar.  

Jika Colin Farrell dipilih Sofia Coppola karena dianggap jenis “pria seksi bagi para perempuan cerdas”, apa alasan Coppola jatuhkan pilihan pemeran Miss Martha sang kepala asrama pada Nicole Kidman, Edwina sang ibu guru pada Kirsten Dunst, dan Alicia si cewek bengal pada Elle Fanning? Ini alasannya!

Naskah ditulis dengan Kidman, Dunst dan Fanning di benak Sofia

“Aku penggemarnya selama bertahun-tahun,” kata Coppola tentang Kidman. Pada Daily Telegraph ia mengaku, sosok Kidman ada di kepalanya saat ia menulis skenario film ini. Ia sangat suka daya tarik dan selera humor mantan isteri Tom Cruise itu. “Aku harus menggaetnya di filmku!”

Sementara Kidman mengenang keterlibatannya di The Beguiled dengan, “Sofia dengan santai mendatangiku, membawa naskah, saat aku bermain drama di London. Aku membacanya, lalu meneleponnya pada keesokan hari dan bilang: Aku bergabung!”

Lain Kidman, lain Dunst. The Beguiled membuatnya bertemu lagi dengan Sofia. Keduanya pernah bekerja sama dalam Virgin Suicides (1999) dan Marie Antoinette (2006), dan tetap menjalin hubungan baik sejak itu.

Hollywood bukanlah tempat mudah untuk tumbuh, namun Dunst, yang mulai bekerja di usia 7 tahun merasa, transisi dari bintang cilik menjadi aktris dewasa menjadi lebih mudah sebagian berkat pengaruh Coppola. "Aku memandang Sofia seperti kakak perempuan yang keren," kata Dunst. "Aku ingat ia pernah bilang, ‘Aku suka gigimu, jangan mengubahnya.’ Saat berusia 20 tahun dan seorang sutradara memintaku untuk memperbaikinya, aku bilang. ‘Tidak, Sofia bilang gigiku keren. Aku tetap mempertahankannya. "Di mata Coppola, Dunst punya “kecantikan gadis seantero Amerika, dengan sesuatu yang jauh di balik matanya."

Dengan eratnya hubungan ini, Coppola merasa nyaman meminta aktris ini menurunkan berat badan demi perannya. Reaksi Dunst? Ia keberatan!

Dunst ingat bagaimana sutradara itu menyarankannya melenyapkan beberapa pon bobot tubuhnya, tapi ia menolak. Dan Coppola cukup mengerti. "Saat 35 tahun, itu akan sulit bagi orang yang tak suka olah raga," jelasnya. Dunst juga mengungkapkan, dengan lokasi syuting di pedesaan Louisiana dan pilihan bersantap terbatas, demi alasan praktis ia tak berencana turunkan berat badan untuk film ini. "Aku akan makan ayam goreng McDonald's sebelum bekerja," katanya.

Kurus atau apa adanya, Dunst terbukti tetap bermain cemerlang dalam The Beguiled! Karakter Edwina yang diperaninya, ia gambarkan sebagai “the heart of the house” dengan seksualitas yang tertekan.

Sementara itu, Elle Fanning, yang bermain sebagai Alicia si bad girl, bukanlah orang asing bagi Coppola. Ia pernah diarahkan dalam proyek besutannya, Somewhere (2010), yang bermain dengan Stephen Dorff. Fanning mengaku ia tetap sangat dekat dengan Coppola sejak itu. Suatu hari, sang sutradara mengiriminya email berisi skenario The Beguiled. Di kemudian hari, setelah pengambilan gambar, Fanning bilang, "Lucu, karakterku harus mengurai rambut, dengan sebagian kancing baju terbuka liar dan pamer pergelangan kaki. Itu bisa menimbulkan skandal pada zamannya," katanya dengan mimik ceria kepada BBC.

Bertiga, mereka berebut Colin Farrell!

Bak penyamun di sarang perawan, sang kopral yang rindu sentuhan perempuan, yang terdampar di asrama terpencil dengan sekumpulan perempuan yang diam-diam menyimpan hasrat liar pun, berakhir mengejutkan.

The Beguiled, yang kini ditayangkan secara streaming eksklusif di CATCHLAY, akhirnya bak kisah hasrat terpendam Nicole Kidman, Kirsten Dunst, Elle Fanning pada Colin Farrell.

Lihatlah bagaimana Kidman, dengan pandangan mata tajam dan ingin semua perintahnya diikuti semua orang di rumah itu, mengajak Farrell minum anggur di kamarnya secara pribadi, diam-diam ingin menguasai kehadiran Farrell. Dunst, orang paling dipuja dan ingin dicintai sang Farrell, tiba-tiba menjanjikan sebuah rencana pribadi jika perang usai nanti demi memiliki sang kopral. Tak heran, ia rela melepas baju demi pria ini.

Tapi, hasrat dua orang dewasa itu tersaingi keberanian Fanning. Gadis remaja ini seperti merusak permainan dengan mengambil jalan pintas. Demi membuktikan ia adalah pemberontak sejati yang berani ambil resiko, sesuatu yang tak diharapkan terjadi… Intriguing!