wiseguy
by wiseguy

Makin banyak aktor jadi sutradara, seperti dilakukan Edward Norton dengan Motherless Brooklyn. Ia punya cara unik mengadaptasi novel laris. Plus, sembilan aktor lain yang kini asik jadi sutradara. Simak deh!

Terkenal dan sukses jadi aktor saja bagi sejumlah orang, masih dirasa belum cukup. Tom Cruise, Leonardo DiCaprio, Brad Pitt, dan Jennifer Lawrence adalah contoh sukses berakting. Tapi itu tak cukup memuaskan impian mereka. Sebagian dari mereka, menyutradarai adalah langkah berikutnya.

Inilah 10 aktor yang sebelumnya berakting di depan kamera kemudian bermanuver jadi sutradara. Dari Edward Norton, Bradley Cooper, hingga sineas dalam negeri Ernest Prakasa!

 

Edward Norton dalam MOTHERLESS BROOKLYN (2019)

Perkenalkan sutradara amat menjanjikan, Edward Norton dengan Motherless Brooklyn! Edward dikenal lewat Primal Fear (1996), yang membuatnya dinominasi di ajang Oscar sebagai Aktor Pendukung dan American History X (1998) sebagai nominasi Aktor Terbaik. Film berikutnya dengan peran memukau juga membuatnya dinominasi Oscar dalam Birdman (2014) sebagai Aktor Pendukung.

Motherless Brooklyn yang kini tayang di CATCHPLAY+ merupakan besutan kedua Edward setelah Keeping The Faith (2000). Berdasar novel laris Jonathan Lethem, film yang ditulis, dibintangi sang sutradara, juga diperani Bruce Willis dan Dallas Roberts. Berlatar New York 1950-an (sementara novelnya berlatar 1990-an), kisahkan Lionel Essrog, detektif swasta kesepian yang menderita Sindrom Tourette. Esrog memberanikan diri menyelidiki pembunuhan mentornya, Frank Minna.

Motherless Brooklyn

Edward merasa cerita, dialog, bahkan atmosfer film besutannya cocok dikisahkan dalam era 1950-an. Asal tahu saja, ia mulai mengembangkan proyek ini sejak 20 tahun, sejak ia membaca novelnya!

Ada satu lagi alasan romantis baginya. Ia ingin ‘membangun ulang’ Brooklyn dengan indah. Asal tahu saja, minat terhadap  bidang perencanaan kota ada dalam darahnya. Kakeknya, James Rouse, adalah perencana kota yang idealis, yang merancang Faneuil Hall di Boston dan Pelabuhan Inner Baltimore. Ia ingin punya spirit yang sama dengan sang kakek. Oh, jadi gitu! Tonton deh.

 

Ron Howard dalam SOLO: A STAR WARS STORY (2018)

Wajah Ron Howard amat dikenal bagi penonton film TV dan film layar lebar. Situs IMDBs menyebut, setidaknya ada 89 film layar lebar maupun TV yang memasang namanya sebagai aktor.

Berkarier sebagai aktor sejak 1956, Ron Howard misalnya bermain dalam serial Happy Days (1974-1984),  This Is Us (2017-2018), mengisi suara dalam The Simpsons (1998-1999), dan kemudian beralih jadi sutradara dalam layar lebar The Beatles: Eight Days a Week - The Touring Years (2016); In the Heart of the Sea (2015); dan Rush (2013); Apa jadinya jika aktor kawakan macam Howard menyutradarai? Hasilnya, dua Oscar! Ia meraih Sutradara Terbaik dan produser untuk Film Terbaik dalam A Beautiful Mind (2002).

In the Heart of the Sea

 

Ben Affleck LEBIH DISUKAI SEBAGAI SUTRADARA!

Meski lebih dikenal sebagai aktor, kritikus lebih suka Ben Affleck saat ia jadi produser, penulis skenario, atau sutradara. Ia menyutradarai Gone Baby Gone (2007), The Town (2010) dan Live by Night (2016) yang dipuji kritikus.

Ia peraih dua Oscar untuk Skenario Terbaik (bersama Matt Damon) dalam Good Will Hunting (1998) dan produser dengan penghargaan Film Terbaik untuk Argo (2013). Affleck juga pemeran Batman dalam Suicide Squad (2016) dan Justice League (2017).

Justice League

 

George Clooney, MENJADI AKTOR DAN SUTRADARA SAMA HEBATNYA!

George Clooney adalah nama besar berikutnya yang eksis sebagai aktor di Hollywood, di antaranya lewat Ocean's Eleven (2001) yang juga diperani Brad Pitt, Matt Damon, Don Cheadle, Andy Garcia, Bernie Mac, dan Julia Roberts. (Jangan lupa, juga Ocean's Twelve dan Ocean's Thirteen). Tangan dinginnya sebagai sutradara ia buktikan lewat Confessions of a Dangerous Mind (2002); Good Night, and Good Luck (2005) dan The Ides of March (2011). Clooney adalah peraih Oscar sebagai Aktor Pendukung lewat Syriana (2006). Bersama Ben Affleck dan Grant Heslov sebagai produser, ia meraih Film Terbaik lewat Argo (2013).  Clooney juga bermain dalam Up in the Air (2009) bersama Vera Farmiga.

Up in the Air

 

Clint Eastwood, AKTOR DAN SUTRADARA LEGENDARIS

Clint Eastwood adalah aktor dari banyak film terkenal, seperti Dirty Harry (1971), Escape from  Alcatraz (1979), The Bridges of Madison County (1995). Ia peraih empat Oscar, di antaranya lewat Unforgiven (1992) yang gaet dua Oscar, yang diperani sekaligus ia sutradarai, yang juga gaet Film Terbaik. Million Dollar Baby yang ia perani dan sutradarai, gaet Oscar 2005 untuk Hilary Swank sebagai Aktris Terbaik, Oscar kedua bagi Swank setelah Boys Don’t Cry (2000). Besutannya yang relatif baru adalah Sully (2016) dan The Mule (2018).

The Mule

 

Sofia Coppola LEBIH PEDE SEBAGAI SUTRADARA

Lahir dan dibesarkan di tengah keluarga sineas, Sofia Coppola tampil dalam film sejak bayi lewat trilogi besutan ayahnya, Francis Ford Coppola, dalam trilogi The Godfather, The Godfather Part IIdan The Godfather Part III (1990). Meski sejumlah peran di masa remaja ia mainkan, Sofia mengaku lebih tertantang sebagai sutradara. Maka, Lost in Translation yang ditulis dan disutradarainya gaet Oscar 2004 untuk Skenario Terbaik. Di kemudian hari, ia membesut Marie Antoinette (2006), Somewhere (2010), The Bling Ring (2013), juga The Beguiled (2017). Perempuan ini memang hebat!

The Bling Ring

 

Bradley Cooper MEROKET BERKAT A STAR  IS BORN

Aktor Bradley Cooper dikenal sebagai aktor dalam film populer macam trilogi The Hangover (2009), The Hangover Part II (2011) dan The Hangover Part 3Atau film yang banyak dibicarakan kritikus, macam Case 39 (2009); The Place Beyond the Pines (2012); dan terutama American Hustle (2013). Keputusan hebat ia lakukan saat bermanuver sebagai sutradara dengan mendaur ulang A Star Is BornMemerani karakter utama bersama Lady Gaga, film ini mendapat pujian banyak kritikus dan gaet Oscar 2019 untuk Lady Gaga untuk Lagu Terbaik.

A Star Is Born (2018)

 

Mel Gibson SINEAS AJAIB HOLLYWOOD

Salah satu sineas ajaib Hollywood adalah Mel Gibson. Ia berakting sekaligus menyutradarai film yang sama, dan gaet lima Oscar sekaligus  dalam Braveheart (2006) di antaranya untuk Sinematografi, Sutradara dan Film Terbaik. Gibson telah begitu mewarnai film-film Hollywood selama ini. Ia juga bermain dalam Get The Gringo (2012), Daddy's Home 2 (2017) dan The Expendables 3 (2014). Belakangan ia menyutradarai Hacksaw Ridge (2016) yang diperani Andrew Garfield, Sam Worthington dan Luke Bracey, sebuah film yang dinominasi Oscar untuk Sutradara Terbaik. Terakhir Gibson kembali berakting dalam drama kriminal Dragged Across Concrete.

Dragged Across Concrete

 

Lukman Sardi dalam DI BALIK 98

Putera pemain biola Idris Sardi ini sangat dikenal dengan aktingnya yang memukau dalam film Gie (2005), Janji Joni (2005), Berbagi Suami (2006), Laskar Pelangi (2008), The Professionals (2015) dan Gundala (2019).  Bakatnya sebagai sutradara ia buktikan lewat Di Balik 98 (2015).

The Professionals

 

Ernest Prakasa KOMEDIAN LARIS, SUTRADARA HEBAT

Salah satu aktor amat menjanjikan di peta film Indonesia adalah Ernest Prakasa. Awalnya ia dikenal sebagai stand-up comedian, dan kemudian menjadi aktor, seperti dalam Kukejar Cinta ke Negeri Cina (2014), Koala Kumal (2016), Stip & Pensil  (2017). Tak puas sekadar jadi aktor, ia memberanikan diri sebagai sutradara. Dan sukses! Film besutannya, Ngenest (2015), Cek Toko Sebelah (2016) dan Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga (2018) sukses raih pujian kritikus dan bikin penonton berduyun-duyun mendatangi bioskop.

Ngomong-ngomong, siapa aktor yang bermanuver jadi sutradara dan jadi favoritmu?

Cek Toko Sebelah