Dark Knight
by Dark Knight

Beberapa minggu silam, penggemar Star Trek dikejutkan dengan Quentin Tarantino yang di luar dugaan sukses 'merayu' JJ Abrams untuk menggaetnya sebagai sutradara Star Trek yang akan datang. Terpilihnya Tarantino ini langsung disambut reaksi postif dan negatif dari para penggemar. Apa yang bikin mereka kuatir?

 

 

Studio Paramount pemilik franchise Star Trek secara mengejutkan mengumumkan Quentin Tarantino sebagai sutradara film fiksi ilmiah ini. Artinya, dengan terpilihnya Quentin Tarantino maka Paramount memutuskan untuk memberi rating usia dewasa dalam Star Trek yang akan datang!

Dari dulu film ini dan sekuelnya punya batas usia 13. Bahkan, serial TV awalnya yang dimulai tahun 1966 memperoleh PG (Parental Guidance), rating yang sama dengan “semua umur”. Reboot karya J.J. Abrams di Star Trek dan Star Trek Into Darkness pun tetap mempertahankan rating 13 tahun ke atas. Hal ini kemudian memicu beragam reaksi dari para penggemar film ini alias Trekkie. Banyak yang kawatir rating 'R" alias rated akan mempengaruhi kedigdayaan Star Trek di box office. Tapi tunggu dulu!

Ternyata reaksi negatif tak bikin Paramount gentar, bahkan sepertinya sudah tak sabar untuk memulai produksi film ini. Setelah Tarantino, mereka merekrut penulis The Revenant Mark L. Smith untuk membantu penulisan skenario. Tim penulis yang sedikit 'aneh' karena Tarantino selalu membuat banyak dialog, sedangkan Mark dalam The Revenant lebih menampilkan aksi saat bercerita kepada penonton. Tapi bisa jadi ini malah tim impian yang saling melengkapi.

Kabarnya Mark menjadi favorit untuk bergabung dalam film ini setelah menulis skenario Overlords, film bertema Perang Dunia II yang diproduksi Bad Robot, rumah produksi J.J. Abrams, sang produser Star Trek baru ini. Sebelumnya Bad Robot telah memproduseri Star Trek Beyond (2016) arahan Justin Lin dan beberapa film lain seperti Mission: Impossible - Rogue Nation, 10 Cloverfield Lane dan Super 8.

Star Trek 

Tarantino adalah sutradara langganan film dengan rating dewasa seperti Inglourious Basterds, The Hateful Eight, Reservoir Dogs, dan From Dusk Till Dawn. Ia biasa menulis sendiri yang disutradarainya, dan sukses memenangkan dua Oscar atas skenario Django Unchained (2012) dan Pulp Fiction (1995). Sebelum namanya menjadi salah satu sutradara andalan Hollywood, Tarantino beberapa kali menulis film-film dengan rating dewasa macam True Romance dan Natural Born Killers

Gaya penulisan dan penyutradaraan Tarantino adalah kasar, kelam, ironis, tragis namun kocak sekaligus. Sudah pasti penuh dengan adegan sadis dan cipratan darah di mana-mana, ini yang membuat karyanya sebagian besar masuk kategori 'rated'. 

Bukan Tarantino kalau ia tak bikin kejutan. Ia pernah menyodorkan diri untuk menyutradarai beberapa episode CSI (Vegas), lantaran saking sukanya dengan serial tersebut. Tampaknya ini juga yang bikin ia 'mendadak Trekkie'. Eit, tapi tunggu dulu!

Mungkin tak banyak yang tahu lelaki berumur 55 tahun ini penggemar Star Trek sejati. Ketika Tarantino ditanya jika memiliki kesempatan menyutradarai Star Wars, dia mengelak dan berkata lebih menyukai untuk menjadi bagian dari Star Trek.

Ia menambahkan sangat menyukai Star Trek (2009) arahan J.J. Abrams. Selain sebagai Trekkie, Paramount menyukai Tarantino karena jaminan film karyanya berkualitas dan mampu mengundang pemasukan besar. Dominasi Disney dalam genre fiksi ilmiah dengan Star Wars dan Marvel membuat Paramount butuh mengubah franchise Star Trek agar tampil lebih cool meski dengan rating dewasa, resep sukses di box office seperti yang dilakukan Deadpool dan Logan. Sekedar informasi, Deadpool adalah film dengan rating dewasa yang secara mengejutkan berhasil meraup pendapatan terbesar dari seluruh dunia sepanjang sejarah dengan $783 juta.

Pemilihan Tarantino sebagai sutradara ternyata juga menarik perhatian pemeran Sulu dalam reboot Star Trek, John Cho, yang berharap dapat peran dalam film versi Tarantino nanti. Namun kabarnya, sang sutradara malah sudah mimpi akan memasang Patrick Stewart untuk kembali memerankan kapten Jean-Luc Piccard yang terkenal itu.

Bagaimana dengan para pemain lainnya? Abrams dan Tarantino belum buka rahasia. Tapi bayangkan kegilaan Tarantino, kejeniusan Abrams akan menghasilkan film antariksa yang lebih epik bahkan barangkali dengan tambahan kisah cinta yang erotik? Perjalanan antar galaksi kali ini benar-benar layak tunggu.