Salah satu sineas terdepan abad ke-21, ia tak hanya besut trilogi sukses The Dark Knight dan Inception, tapi juga film unik yang mungkin tak pernah Anda tonton sebelumnya.

Sudah nonton Dunkirk, film berlatar perang berdasar kisah nyata, yang butuh dua dekade dari gagasan liar yang terlintas di kepala hingga berujud tayangan layar lebar? Christopher Nolan dan besutannya itu, hari-hari ini masih jadi pembicaraan dunia. Dengan sinematografi ciamik dan konsep unik tiga sudut pandang penuturan – darat, air dan udara – Dunkirk akan kembali menghangat, seiring ajang Oscar 2018 makin mendekat.
Dibintangi aktor relatif baru bagi banyak orang Fionn Whitehead, Dunkirk juga hadirkan nama besar Tom Hardy dan Kenneth Branagh, serta salah satu anggota boyband populer One Direction, Harry Styles, film ini segera bisa dinikmati secara streaming di CATCHPLAY mulai 18 Desember nanti. So don’t miss it!
Nolan, lebih dari sekadar trilogi The Dark Knight dan Inception
Kini, Christopher Nolan adalah nama yang mendunia. Meski tak selegendaris Francis Ford Coppola, Steven Spielberg, Ridley Scott atau Martin Scorsese – ia lima-sepuluh tahun lebih tua dari generasi awal milenial lho! – urusan membetot perhatian publik Nolan jagonya.

Ia dikenal publik luas lewat trilogi The Dark Knight dari superhero Batman, yakni Batman Begins (2005), The Dark Knight (2008), dan The Dark Knight Rises (2012). Aktor Christian Bale, Michael Caine, Gary Oldman, Morgan Freeman, dan Cillian Murphy hadir di trilogi film ini. Heath Ledger -- bermain dalam film kedua dari trilogi -- gaet Oscar sebagai Aktor Pendukung Terbaik untuk perannya sebagai The Joker untuk film terlaris nomor satu pada 2008 itu. Jika The Dark Knight Rises jadi film terlaris ke dua pada 2012, Batman Begins film terlaris ke sembilan pada 2005.
Sutradara ini juga identik dengan Inception (2010) yang dibintangi Leonardo DiCaprio, Joseph Gordon-Levitt, Ellen Page, juga dua aktor langganan Nolan: Tom Hardy dan Ken Watanabe. Fiksi ilmiah tentang pencuri yang mencuri informasi dengan menyusup ke alam bawah sadar korbannya itu tak hanya cerdas, tapi dinilai amat berbeda dari imajinasi liar banyak sineas lainnya. Hasil dari perenungan lama, ia konon memikirkan hingga 10 tahun untuk membuat akhir ceritanya!
Nolan tak bisa dipisahkan dengan Memento, thriller psikologis neo-noir yang ia sutradarai berdasarkan cerpen sang adik Jonathan Nolan, yang kemudian menulis "Memento Mori" dari konsep tersebut. Film cerdas beralur tak biasa ini dbintangi Guy Pearce, Carrie-Anne Moss, dan Joe Pantoliano. Inilah film yang selalu dicinta penggemar film anti-mainstream!

Sebagai sineas relatif muda dibanding legenda Hollywood lain, Nolan “baru menyumbang” setidaknya 10 judul plus sejumlah film pendek dan skenario. Hebatnya, delapan di antaranya masuk daftar bergengsi "Top 250 Movies" versi IMDB. Dua besutannya yang tak masuk daftar itu adalah debutnya setelah lulus kuliah, Following (1998), drama kriminal neo-noir yang dibintangi aktor dan aktris Inggris Jeremy Theobald, Alex Haw, Lucy Russell.
Satu yang lain adalah drama misteri Insomnia (2002) yang dibintangi Al Pacino, Robin Williams, Hilary Swank, tiga nama besar yang saat itu telah kantongi penghargaan Oscar.

Besutan lain Nolan, yang dipuji kritikus tapi tak seheboh The Dark Knight, adalah The Prestige (2006), thriller misteri berdasarkan skenario yang diadaptasi adik kandung Nolan, Jonathan Nolan, berdasarkan novel karya Christopher Priest berjudul sama.
Inilah sekilas hal-hal unik dari tiga besutan Nolan yang tak banyak dibicarakan itu!
Following mengisahkan seorang pemuda calon novelis yang mengikuti orang asing di jalanan London demi karakterisasi bagi novelnya. Sayangnya, ia tak sadar ditarik ke dunia kriminal saat gagal menjaga jarak. Sebagai debut, Nolan merancang semurah mungkin produksinya. Semua adegan dilatih ketat, pengulangan pengambilan gambar dihindarkan sebanyak mungkin.

Nolan berusaha keras menghemat stok film 16mm dan biaya lain, karena ongkos produksi ia tanggung dari gaji pribadi. Ia yang saat itu tak mampu beli peralatan pencahayaan mahal, akhinya menggunakan cahaya seadanya. Ia menulis, menyutradarai dan jadi juru kamera sendiri, serta membantu penyuntingan dan produksi. Tak heran, ia paiwai dari hulu hingga ke hilir produksi film. Tak sia-sia, Following dinominasi di banyak festival di Eropa, gaet lima penghargaan, empat di antaranya menempatkannya sebagai Sutradara Terbaik.
Sementara Insomnia mengisahkan dua detektif Los Angeles yang sedang menyelidiki pembunuhan di Alaska, wilayah di mana matahari tak tenggelam dalam waktu lama, padahal situasi malam diperlukan sebagai bagian dari metode penyelidikan. Merupakan daur ulang film Norwegia 1997 berjudul sama, mendapat banyak pujian kritikus dan sukses raup $113 juta dari seluruh dunia, Insomnia satu-satunya film yang disutradarai Nolan tanpa mencantumkan namanya dalam kredit penulisan, meski ia juga menulis naskah akhirnya.

The Prestige mengisahkan Robert Angier dan Alfred Borden, dua ilusionis di London pada akhir abad ke-19. Terobsesi menciptakan ilusi terbaik, keduanya terlibat persaingan dengan prestasi yang berakhir tragis. Dibintangi Hugh Jackman, Christian Bale, David Bowie, Scarlett Johansson, Michael Caine dan Rebecca Hall, inilah film yang menyatukan kembali Nolan dengan Bale dan Caine dari Batman Begins.

Jika Dunkirk tak termasuk, sembilan film Nolan tak hanya meraup lebih dari $ 4,2 miliar di seluruh dunia, juga gaet tujuh penghargaan Oscar dari 26 nominasi. Pada 2003 Nolan dianugerahi Sonny Bono Visionary Award dari Palm Springs International Film Festival, penghargaan dari American Society of Cinematographers, American Cinema Editor, Britannia Award, dan dari Visual Effects Society.

Apa yang bikin karya Nolan berbeda? Ia menciptakan standar baru bagi dunia film, begitu jawab seorang kritikus. Setelah Dunkirk, tidakkah kita penasaran besutan Nolan berikutnya?









